PENDIDIKAN DI ERA PANDEMI COVID-19
Sudah berkali-kali mendapat pertanyaan, hal apa yang saat ini sangat
mempengaruhi segala aspek dalam kehidupan masyarakat dunia? Jawaban massal akan
mengarah kepada kondisi pandemi covid-19 yang mewabah di hampir semua belahan
dunia. Seberapa pengaruhnya sangat terlihat dari apapun yang dilakukan manusia
baik secara terstruktur maupu secara spontan, acuan awalnya pasti karena
kondisi pandemi tersebut. Rencana yang sudah di rancang diawal kegiatan harus
di belokkan secara mendadak hanya karena menghindari hal-hal yang lebih fatal
terhadap berlangsungnya kehidupan didunia ini, atau justru karena tidak
memungkinkan memilih jalan pembatalan rencana yang sudah matang tersebut. Tidak
sedikit pula tetap dijalankan sesuai rencana namun dengan waktu yang berbeda
atau jangka waktu pelaksaan yang diundur entah sampai kapan. Beberapa sektor
mengalami penurunan aktifitas maupun hasil akhir terutama sektor yang bergerak
dibidang komersial. Banyak kita lihat di beberapa media masa baik cetak maupun
elektronik, media sosial atau yang sejenisnya memberitakan suatu kondisi negara
secara massal sedang mengalami goncangan yang berakibat defisit di beberapa
negara karena pengeluaran yang besar untuk memrangi pandemi ini tidak sebanding
dengan pemasukan yang mana hal tersebut tergantung dari aktifitas yang tidak
memungkinkan di lakukan di tengah kondisi seperti ini.
Lantas apakah dunia pendidikan juga mengalami hal yang sama? Menjadi
rahasia umum bahwa pendidikan mengalami pergeseran sistem kegiatan belajar
mengajar karena kondisi sekarang ini, sistem konvensional dengan bertatap muka
sekarang tidak di berlakukan lagi hanya untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan, karena himbauan social distancing yang mengharuskan dalam interaksi
dengan masyarakat harus menjaga jarak, agar penyebaran virus tidak terus
berkembang. Kegiatan belajara mengajar di ubah dengan belajar jarak jauh
menggunakan perangkat digital yang kompatibel atau dengan istilah komunikasi
dalam jaringan. Sebenarnya kegiatan yang terkesan baru ini tidak hanya didalam
pendidikan saja, kegiatan yang bersifat kelompok berbentuk forum juga mayoritas
melakukan hal yang sama. Anjuran untuk kerja dari rumah atau istilah trennya
Work From Home (WFH) dan untuk siswa Learn From Home mengharuskan kita tetap
melakukan aktivitas seperti biasa, hanya saja sifatnya virtual atau didalam
dunia maya saja. Kebetulan penawaran aplikasi sudah membanjiri web atau
playstore, pilihan masing-masing juga sudah sesuai dengan kebutuhan, salah satu
penyedia yang bersifat interaktif layaknya aplikasi social media, ada Edmodo,
Google Classroom, Schoology dan sebagainya, setiap jenis aplikasi program
mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung bagaimana penggunaan
aplikasi tersebut untuk menunjang guru dan murid dalam melakukan kegiatan
belajar mengajar secara online. Kemudian ada juga palikasi yang sifatnya
komuniaksi sinkron dengan menampilkan video live antar pengguna, aplikasi ini
mungkin lebih efisien dalam menyamoaikan materi karena antar murid dan guru
bisa berkomunikasi layaknya komunikasi secara verbal di kelas secara nyata.
Banyak macam aplikasi seperti ini yang sudah mulai di gunakan kegiatan belajar
mengajar dimasa-masa seperti ini, secara garis besar berdasarkan pertanyaan
secara random penggunaan Aplikasi Zoom Meeting, Duo dan Hangouts lebih banyak
dipakai, beberapa alasan yang mendasari karena kapasitas aplikasi yang ringan,
penggunaan juga sangat mudah bagi siapapun.
Sebenarnya peralihan pembelajaran karena dampak virus ini memiliki
banyak kendala, mungkin karena kurang siapnya dunia pendidikan menghadapi era
globalisasi apalagi ditambah keputusan mendadak yang harus dijalankan seperti
saat serang ini. Kegiatan belajar mengajar secara dari atau online tidak
semulus yang di rencanakan.
Penggunaan teknologi oleh semua kalangan masih
sebatas untuk komunikasi dan sekedar mencari hiburan saja, terlihat di sana
sini sangat gagap menghadapi transisi yang mendadak ini, bisa di simpulkan
banyak faktor yang sangat mempengaruhi kenapa kegiatan dengan menggunakan
teknologi tidak berjalan secara lancar, faktor-faktor tersebut adalah sebagai
berikut :
1.
Kemampuan dalam penguasaan teknologi
Banyak orang yang masih acuh
dengan manfaat penggunaan teknologi dalam kegiatan apapun, keinginan belajar
terhadap kemajuan teknologi juga sangat mempengaruhi seseorang bisa mengikuti
perkembangan jaman atau tidak. Jaman sekarang gagap teknologi justru mempunyai
persentase yang lebih banyak, dikarenakan literasi digital yang berhenti di
tengah jalan, maka dari itu menghadapi situasi sepeti ini seperti mengalami
jalan ditempat sistem pendidikan sekarang.
2. Perangkat
teknologi yang dimiliki
Bisa juga karena faktor ekonomi
mempengaruhi kemampuan kepemilikan teknologi penunjang pembelajaran online
seperti ini, tidak hanya siswa, gurupun juga mengalami hal yang sama. Tentu
saja perangkat yang belum kompatibel justru akan menimbulkan masalah baru yaitu
kegiatan belajar mengajar yang tersendat.
3. Internet
Di indonesia layanan internet
masih ketinggalan dibanding dengan negara lain, penggunaan internet di jam-jam
primer juga terkesan melambat dan terkadang juga akses mengalami down. Makin
terasa ketika kegiatan belajar mengajar sistem online dengan waktu pengerjaan
tugas yang hampir bersamaan ,bisa dipastikan kelihatan tersendat kegiatan
tersebut di karenakan kemampuan dari internet di Indonesia yang kurang mumpuni.
4. Biaya
Di Indonesia pembiayaan dibidang
internet termasuk mahal, karena untuk internet meski sudah menjadi kebutuhan
primer bagi sebagian kalangan masyarakat di indonesi, namun untuk bisa agar
bisa tersambung dengan internet terkesan kalau penggunaaan internet seperti
penggunakan barang tersier.
Namun disini kita juga harus dituntut untuk tetap melakukan kegiatan
segala hal sesuai dengan jaman yang serba digital, mau tidak mau semua harus
bertransisi ke hal-hal berbau digital. Mungkin ini saatnya sem,ua harus
memaksakan diri untuk bisa melakukan hal yang sama.



Tidak ada komentar