Header Ads



  • Breaking News

    Perilaku Anak Jaman Sekarang yang Cenderung Mengabaikan Adab dalam Berkomunikasi dengan Orang lain


    Kita semua tahu bahwa di era digital ini anak-anak muda memiliki cara berkomunikasi yang berbeda dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Salah satu kejadian yang sering kita perhatikan adalah kecenderungan mereka untuk mengabaikan adab saat berbicara dengan orang lain, apalagi dengan usia yang lebih tua.

    Banyak anak jaman sekarang tumbuh dengan di barengi kemajuan teknologi yang semakin pesat di tangan mereka serta gempuran informasi dan interaksi virtual. Adanya media social cenderung membentuk anak-anak menjadi lebih egois dan anti sosial dalam pergaulan, chatting dan berbagai aplikasi komunikasi membuat cara mereka dalam berinteraksi menjadi lebih santai dan acapkali sering terjadi tanpa adanya filter. Salah satu contonya adalah ngobrol di grup chat dengan teman-teman bisa terjadi dengan bahasa yang lebih bebas namun terkadang cenderung kasar. Ketika mereka berkomunikasi dengan orang yang lebih tua atau lebih ewasa, sikap dan perilaku ini senantiasa terbawa tanpa mereka sadari yang akhirnya membuat sebagian orang dewasa merasa kurang dihargai. Keinginan untuk mendapatkan perhatian sering kali mengalahkan rasa empati yang seharusnya menjadi yang terdepat dalam bersosialisasi.

    Walau sebenarnya pengaruh lingkungan juga sangat menentukanitu di karenakan anak-anak terlalu sering terpapar pada budaya popular yang sering kali menampilkan karakter-karakter yang berani dan apa adanya tanpa tameng budaya asli orang pribumi Indonesia. Bersikap lugas dan tanpa tata krama adalah symbol anak muda yang menunjukkan keberanian, Padahal hal tersebut terkadang bertentangan dengan adab dalam berkomunikasi  dan justru mencerminkan tidak adanya rasa hormat.

    Walau demikian adanya, namun tidak semuanya berperilaku kurang baik, banyak anak muda yang juga sangat menghargai komunikasi yang baik sesuai adab yang di junjung. Mungkin seimbangn dengan yang terpengaruh oleh tren di semua kalangan ini. Kita sebagai orang yang sudah paham dengan ilmunya tentu saja tidak bisa sepenuhnya menyalahkan kondisi mereka, perlu di ketahui bahwa lingkungan msyarakat, lingkungan pendidikan dan pola asuh di rumah sangat mempengaruhi cara mereka berinteraksi. Sebenarnya dalam memperbaiki keadaan ini tidak begitu sulit, hanya saja perlu satu kesatuan antar elemen yang turut berkomunikasi secara langsung dengan penerus-penerus genrasi seperti ini, kita juga  perlu memberikan berbagai contoh dan mengajarkan pentingnya adab dalam berkomunikasi, kita ajak mereka berdiskusi, berbagi pandangan, dan menunjukkan betapa berartinya saling menghormati antar generasi. Sebenarnya kita perlu mendampingi anak-anak dalam menggunakan media sosial, sehingga mereka bisa belajar untuk lebih menghargai interaksi secara langsung dan tidak terjebak dalam dunia yang hanya memperhatikan diri sendiri

    Saat melihat fenomena ini , sering kali kita melihat ke belakang dan menyadari betapa banyak nasihat yang diberikan oleh orang tua dan guru jaman dulu hingga sekarang yang seperti tidak ada habisnya. Orang tua sebenarnya sudah terbiasa dalam memberikan nasihat dengan penuh cinta dan harapan kepada masing-masing anaknya. Begitu pula dengan guru yang ada di sekolah, mereka berusaha menanamkan pengetahuan dan nilai-nilai moral serta tidak jarang para guru memberikan pelajaran yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.

    Sebenarnya banyak pelajaran berharga yang mereka ajarkan dan perlu sebuah keberanian untuk mendengarkan nasihat mereka demi pembenahan karakter dan perilaku yang baik. Dari Tulsan di atas bias kita lihat meskipun anak jaman sekarang cenderung mengabaikan adab saat berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, tetap saja masih ada harapan. Dengan saling mengerti  kita bisa membantu anak-anak penerus generasi ini memahami arti sebenarnya dari adab dalam berkomunikasi.

     

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728