Header Ads



  • Breaking News

    Pentingkah ICE BREAKING dalam kegiatan belajar mengajar?


    Banyak yang mengetahui kalau Ice breaking merupakan salah satu teknik yang sering digunakan dalam dunia pengajaran untuk menciptakan suasana yang lebih santai dan ramah di dalam kelas. Dalam proses belajar mengajar, kadang-kadang para siswa merasa canggung atau malu, terutama jika mereka baru bertemu satu sama lain. Secara arti harafiah ice breaking adalah aktivitas ringan yang bertujuan untuk "melelehkan es" di antara para siswa. Kegiatan ini bisa berupa permainan, tanya jawab, atau hanya sekedar menirukan music maupun perintah dari guru.Sebenarnya manfaat dari ice breaking ini banyak sekali, Selain membuat suasana kelas lebih segar juga membantu siswa untuk lebih antusias dengan materi yang akan di sampaikan guru, karena ketika nyaman dengan suasana kelas, siswa cenderung lebih aktif berpartisipasi dalam pembelajaran, bisa dibilang ice breaking itu semacam jembatan untuk melancarkan dalam penyampaian materi pembelajaran. Semua itu di karenakan guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan menyenangkan. Akhirnya, semua siswa bisa fokus pada materi yang diajarkan tanpa merasa terbebani oleh suasana yang tegang.

    Benar bahwa  suasana kelas jadi lebih seru adalah cara guru membawa diri. Salah satu andalan dalam membuat suasana kelas lebih kondusif adalah Ice breaking, yang biasanya dilakukan di awal pelajaran, bisa jadi momen ini momen yang sangat menyenangkan atau malah jadi momen yang dianggap buang-buang waktu, semua itu tergantung bagaimana guru menyajikannya di depan kelas. Ketika guru masuk ke dalam kelas dengan semangat dan energi positif dan ekspresi yang sangat friendly membuat anak-anak otomatis jadi lebih terbuka untuk berpartisipasi. Yang di rasakan siswa adalah pembelajaran menjadi lebih fresh dan suasana belajar tidak monoton.

    Namun ada juga sisi lain dari kegiatan ini. Perlu kita ketahui bahwa tidak semua siswa bisa menikmati aktivitas ice breaking dari gurunya. Beberapa dari mereka mungkin merasa bahwa waktu yang dihabiskan untuk bercanda dan bermain seharusnya digunakan untuk belajar materi, atau bahkan para siswa melihat pembawaan guru yang melakukan ice breaking menjadi sangat aneh dan terkesan di paksakan . Pembawaan guru memang sangat mempengaruhi bagaimana ice breaking diterima di setiap kelas. Keseimbangan antara belajar dan bersenang-senang adalah kunci utama untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif. Ice breaking yang seharusnya membuka suasana kelas menjadi hambar karena ketidakmamuan menempatkan dan melakukan icebreaking sebagai mana mestinya terkadang juga bebrapa guru melakukan hanya sekadar merutinkan atau menjalankan pengaruh dari pelatihan yang di ikuti sebelumnya tanpa benar-benar memahami tujuan dan manfaatnya.

    Bisa kita bayangkan ketika guru masuk kelas  dengan suasana yang canggung banget, dan guru berusaha membikin siswa lebih relax dan semangat meneria materi pelajaran, namun justru menjadi tidak enak karena melakukan ice breaking yang tidak mendinginkan suasana kelas itu sendiri. Itu mungkin karena terjebak dengan metode ice breaking yang monoton saja, hanya karena "pelatihan sebelumnya" mengajarkannya kemudian di tiru dan di lakukan di kelas yang di ampu.

    Setiap guru pasti ingin menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan berbagai cara, namun, yang perlu disadari adalah tidak semua cara seperti ice breaking berdampak sama pada setiap siswa. Tapi itu semua karen kembali lagi kepada kepribadian dan pendekatan masing-masing guru. Di sinilah peran guru sangat penting. Karena selain bertugas untuk mengajar materi pelajaran, guru juga harus mampu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua siswa. Ini artinya, guru perlu peka dan fleksibel dalam memilih aktivitas ice breaking.

    Jadi, intinya adalah guru memiliki tanggung jawab besar tidak hanya dalam mengajar, tetapi juga dalam memberikan kenyamanan bagi para siswa. Aktivitas ice breaking memang bisa menjadi alat yang efektif untuk mencairkan suasana, namun keberhasilannya sangat bergantung pada pemahaman dan pendekatan guru. Jika dilakukan dengan cara yang tepat, semua siswa bisa merasa terlibat dan belajar dengan lebih baik.

     

     

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728